Mekari POS Retail | Setting Pajak & Biaya Tambahan

desty

Tanggal Pembaruan Terakhir sebulan yang lalu

Mengatur sistem perpajakan seringkali menjadi bagian yang paling membingungkan saat pertama kali menggunakan aplikasi kasir (Point of Sale). Namun, konfigurasi yang tepat adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan finansial bisnis Anda dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Berikut adalah cara setting pajak dan Biaya Tambahan di Mekari POS Retail.

Pajak

Masuk ke halaman dashboard Mekari POS Retail kamu di web browser, lalu ke menu pengaturan di kiri bawah kemudian pilih Pajak & Biaya. 

Setelah itu kamu akan terlihat tampilan Pajak dan Biaya Tambahan. Lalu Kamu bisa pilih Pajak untuk pengaturan perpajakan POS Kamu. 

Pada halaman ini, kamu bisa membuat pajak baru atau mengedit pajak yang sudah ada. Untuk membuat pajak baru bisa klik "Tambah Pajak" di kanan atas halaman. 

Setelah Kamu klik "Tambah Pajak", silakan ikuti panduan pengisian formulir berikut ini agar perhitungan pada struk belanja menjadi akurat:

  1. Nama Pajak : Beri identitas pajak yang akan muncul di struk belanja. Contoh : PPN atau PB1
  2. Tarik Pajak (%) : Masukkan nominal persentase pajak yang berlaku dan cukup masukan angka saja.
  3. Koleksi Produk : Kamu bisa atur semua produk atau perkoleksi saja yang dikenakan pajak.
  4. Harga Jual​ : Pajak Termasuk (Harga di label sudah bersih termasuk pajak) atau Pajak Tidak Termasuk (Pajak ditambahkan di akhir terpisah dari harga produk)

      Setelah mengisi data tentang perpajakan, jangan lupa klik "Simpan" untuk bisa digunakan.

       Penggunaan Pajak di Aplikasi POS Kasir

      Biaya Tambahan

      Fitur Biaya Tambahan hadir untuk memastikan setiap jasa ekstra yang Kamu berikan terhitung secara otomatis dan transparan. Tidak perlu lagi menghitung manual di luar sistem. Cukup atur sekali dan biarkan kasir bekerja. 

      Pergi ke pengaturan sistem lalu pilih "Pajak & Biaya". Pada halaman ini kamu bisa pilih on/off biaya atau detail biaya untuk mengedit dan menambahkan pengaturan biaya.

      Setelah kamu pilih detail, kamu akan diarahkan ke halaman Biaya. Kamu bisa membuat biaya baru atau mengedit biaya yang sudah ada.

      Setelah itu kamu diwajibkan mengisi informasi untuk perhitungan biaya 

      Pilih Tipe Biaya: Mau Nominal Tetap atau Persentase?

      Setelah menentukan nama biaya, saatnya menentukan bagaimana biaya ini dihitung. Kami menyediakan dua opsi fleksibel yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan operasional:
      1. Potongan Harga Langsung (Nominal Flat) 💵
      Gunakan opsi ini jika biaya tambahan sudah memiliki nilai pasti, tanpa peduli seberapa besar total belanjanya.

      • Cocok untuk: Biaya admin bank, biaya pengemasan (dus/bubble wrap), atau biaya parkir/pengiriman flat.
        • Contoh: Setiap transaksi dikenakan biaya admin tetap sebesar Rp2.500.
        2. Persentase (%) 📈
        Pilih opsi ini jika biaya tambahan ingin dihitung secara proporsional berdasarkan total nilai belanja pelanggan. Semakin besar transaksinya, semakin besar pula biaya tambahannya.
        • Cocok untuk: Service Charge di restoran, biaya asuransi barang, atau biaya pemeliharaan.
        • Contoh: Biaya layanan sebesar 5% dari total belanja. Jika pelanggan belanja Rp100.000, maka biayanya adalah Rp5.000.
        Untuk besarannya kamu juga bisa menambahkan lebih dari satu. Contoh yang harga tetap seperti, Rp.2.500 dan Rp. 5.000 atau persentase seperti, 5% dan 10%.

        Setelah itu jangan lupa simpan agar bisa kamu gunakan pada toko kamu. Selamat Mencoba


        Jika kamu memiliki pertanyaan atau kendala, kamu bisa menghubungi Customer Service Desty di nomor WhatsApp: 0813-9839-9184.

        Apa artikel ini membantu?

        0 dari 0 menyukai artikel ini